Surat untuk para sahabat

Teruntuk,
1. Sidratul Hasanah (sisil)
2. Ramadhita Putra Purnomo
3. Iqlima Huda Sahiba
4. Herlinda Geisya Poppy Nurmala
5. Zahrani Rahmania Susanto
6. Dhiya Rafida Pratiwi
7. Yuli

Hai, teman-teman.
Aku berharap suatu saat kalian bisa melihat ini tanpa aku kirim sendiri ke kalian.
Aku mau cerita dikit temen-temen.

Sebelumnya aku minta maaf ya kalau belum bisa jadi teman yang baik untuk kalian. Aku merasa kalian selalu ada di saat satu sama lain susah, bahkan saat aku susah, aku beberapa kali minta pendapat kalian dan itu sangat membantuku.

Perasaan ini sudah aku rasakan dari lama, tapi aku terlalu takut untuk speak up karena takut menyesal. Aku merasa bahwa kalian semua terkadang risih dengan adanya aku di tengah-tengah kalian. Apa aku boleh jujur? setiap didekat kalian, apalagi saat kalian lagi belajar, aku selalu melawan pikiran "kalau aku tidak berguna. aku beban. aku ngapain sih disini?". Dan sometimes itu benar-benar tergambar di wajah kalian. 

Aku mau jelasin kenapa aku takut ceritain kalian ini. Pertama, aku emang bukan terlahir untuk speak up membela diri sendiri/ cerita tentang diri sendiri. Terlalu banyak hal tentang aku yang kalian tidak tahu karena aku tidak pernah cerita. Kedua, aku takut kalian bakal hilang disaat hanya kalian satu-satunya temanku. Aku tidak punya teman-teman lain selain kalian, yang aku bisa merasa lebih luwes dan bebas untuk mengekspresikan diri. Mungkin yang terakhir aku mau realistis kalau aku butuh teman belajar karena aku merasa aku tidak bisa sendiri disini.

Aku tahu jelas kalau aku lemah banget dalam perkuliahan di teknik kimia ini. Latar belakangku yang OSN dll tidak bisa dijadikan poin plus karena aku dibesarkan di daerah yang pendidikannya kurang. Dasar materi yang kalian pelajari kualitasnya beda sama aku. Satu fun factnya adalah, selama aku 3 tahun di SMA, seluruh hampir pelajaran aku pelajari sendiri, karena aku merasa pembelajaran di SMA ku bukan kualitas SMA yang sesungguhnya. Jadi, aku banyak belajar sendiri di rumah, dan sekolah pure tempatku untuk main bareng teman. Saat masuk kuliah di ITS, aku baru belajar untuk bagaimana cara memperhatikan dosen yang mengajar, karena sebelumnya aku tidak pernah memperhatikan guru kalau ngajar. Ya, itu juga yang mungkin membuat critical thinking ku dalam hall pelajaran sangat kurang dan tidak secepat kalian disini. Aku selalu belajar guys, tapi aku selalu merasa belajarku hanya buang-buang waktu karena aku tidak pahham apa-apa, jadi butuh manusia lain yang menuntun. Tapi kadang aku terlalu malu untuk meminta dan selalu memanfaatkan belajar kita sama-sama.

Sejauh ini, tumpuanku hanya Rama. Kalau kita belajar sama-sama, adanya Rama itu satusatunya alasan aku bisa ikut kalian belajar kalau lagi rame. Kalau tidak ada Rama, aku tidak percaya diri untuk menawarkan diri dan aku sadar aku tidak diajak. Aku terlalu malu untuk tanya ke kalian karena pikiran negatifku, tapi aku rasa pikiran itu benar karena adalah benar aku tidak diundang tanpa Rama. Tapi its okay guys, aku selalu paham karena emang aku tidak ada gunanya disitu. Hanya bisa bertanya, tapi tidak mampu untuk berdiskusi. I see guys, its okay really, aku tidak pernah se sakit itu menanggapi ini. 

Untuk jarang waktu sama kalian, aku sungguh minta maaf kalau itu karena SRE. Dari POV ku, kita jarang bareng karena kalian dalam satu organisasi yang sama, sedangkan aku sendiri yang beda. Selain itu, aku tidak sehebat itu untuk membagi waktu karena aku merasa punya tanggung jawab terhadap 200 orang disitu. Aku banyak merasa bersalah untuk itu guys. im so sorry:(

Kawan, 
Terkhusus untuk Lima serangkai, Rama, iq, zah dan Dhi.
Aku sudah lumayan lama berpikir untuk keluar dari tim ini. Karena sama, aku merasa aku tidak terlalu diperlukan sebenarnya. Otak ku seperti tidak diperlukan disini. Karena aku sangat jarang bisa menyamakan pola pikirku sama kalian. Kembali lagi, kalian sangat kritis dan aku tidak sanggup untuk itu. Aku pengen keluar karena itu. Aku mau ucapin makasi banyak untuk prestasi dan kenangan bareng yang udah kita perjuangkan ya! Tapi satu yang aku minta, penggantiku harus sisil. Hanya sisil saja, jangan yang lain. Aku melihat sisil orang yang paling tepat dan satusatunya yang bisa karena jalan pikir kalian semua sama. Kalian juga butuh orang seperti sisil untuk jadi power di tim kalian dalam segi mental dan kualitas inovasi kalian. Dan, aku melihat sisil pun punya keinginan besar. Aku sangat peka saat kita ngomong lomba deket sisil, wajah sisil menunjukkan kalau dia sangat pengen, aku sangat paham posisi sisil saat itu, tapi aku juga bingung harus apa. Ini sepertinya saatnya kalian makin kuat lagi.

Teruntuk Yuli,
Bahagia terus sama galang. aku tidak bisa ngomong banyak Yul. Terima kasih sudah sangat membantu kita semua dengan kepintaran dan kerajinan Yuli. Semangat terus!

Teruntuk ge,
Jangan kon sedih krna aku ga sebut namamu di atas. Karena aku merasa punya tanggung jawab pribadi untuk saling mengembangkan dengan partnerku. Dan citacitaku, kamu  lomba bareng aku dan menang. Ini bukan karena aku bisa dan mampu ge, tapi karena aku pengen.

Temanteman,
Aku pengen banget bales kebaikan kalian.
Satu hari nanti, apapun keadaanku, sukses atau tidak. Aku ingin berdampak untuk kalian dan benar-benar membantu kalian.
Stay tune ya kawan-kawan!

Bryllian, 23 Oktober 2023


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Christopher

Menjadi 20