TERMOKIMIA: TERPERINCI DAN LENGKAP (SMA NEGERI 1 MANOKWARI)
TERMOKIMIA
TERLENGKAP DAN TERPERINCI
SMA NEGERI 1 MANOKWARI
Sebelum masuk ke materi inti, alangkah lebih baik jika kita taihu sedikit tentang dasar dari materi Termokimia itu sendiri, yaitu sistem dan lingkungan. menurut ilmu kimia, sistem merupakan segala sesuatu yang menjadi pusat perhatian. sistem berbagi atas 3 jenis, yaitu: sistem terbuka ( terjadi perpindahan zat dan kalor), sistem tertutup (terjadi perpindahan kalor), dan sistem terisolasi (tidak terjadi perpindahan apapun). terus, apa itu lingkungan? Menurut ilmu kimia, lingkungan merupakan hal-hal di luar sistem yang membatasi sistem dan dapat mempengaruhi sistem.
A. Reaksi Endoterm dan Reaksi Eksoterm
- Reaksi Endoterm
Reaksi Endoterm adalah reaksi menerima/menyerap kalor.
Ciri-ciri:
- Reaksi yang memerlukan energi.
- Kalor berpindah dari lingkungan ke sistem.
- ΔH bernilai positif (+)
- terjadi penurunan suhu T1 > T2
- ΔH = Hproduk - Hreaktan
2. Reaksi Eksoterm
Reaksi Eksoterm adalah reaksi yang melepas kalor.
Ciri-ciri:
- Reaksi yang menghasilkan energi.
- Kalor berpidah dari sistem ke lingkungan.
- ΔH bernilai negatif (-)
- terjadi kenaikan suhu T1 < T2
- ΔH = Hreaktan - Hproduk
3. Aturan Persamaan Termokimia
- Koefisien reaksi menunjukkan jumlah mol.
- Jika persamaan reaksi dibalik, nilai ΔH berubah (+/-).
- Jika persamaan reaksi digandakan, nilai ΔH juga digandakan.
- Wujud zat ditulis.
4. Jenis-jenis perubahan entalpi (ΔH)
- ΔH̊f = Entalpi pembentukkan 1 mol senyawa. Ciri-cirinya adalah hanya 1 senyawa di prosduk dan senyawa tersebut hanya 1 mol atau berkoefisien 1.
Contoh:
2. ΔH̊d = entalpi penguraian 1 mol senyawa. ciri-cirinya adalah merupakan kebalikan dari pembentukkan.
Contoh:
3. ΔH̊c = entalpi pembakaran 1 mol unsur/senyawa.
Contoh:
4. ΔH̊n = entalpi reaksi asam & basa menghasilkan 1 mol air
Contoh:
5. Untuk keempat jenis entalpi di bawah ini hanya sebagai tambahan untuk pelengkap materi. Namun sangat jarang bahkan tak pernah di ajarkan atau dibawakan dalam tugas dan ulangan di sekolah.
- ΔH̊v = penguapan standar = liquid (l) menjadi gas (g)
- ΔH̊fus = peleburan standar
= solid (s) menjadi liquid (l)
- ΔH̊sub = sublimasi standar
= solid (s) menjadi gas
(g)
- ΔH̊sol = pelarutan standar = gas (g) menjadi aqua (aq)
5. Kalorimeter
- Kalor Reaksi:
Q = m c ∆T
Q = C ∆T
∆H = Q / n
2. Kalor Kalorimeter
Qreaksi = - (Qkalorimeter + Qlarutan)
Qkalorimeter = Ckalorimeter . ∆T
Qlarutan = m c ∆T
Keterangan :
Q = Kalor (Joule)
m = massa zat (gram)
c = kalor jenis ( J/ gram ̊C)
∆T = perubahan suhu (̊C)
C = Kapasitas kalor
∆H = Perubahan Entalpi
6. Penentuan Entalpi Reaksi
1. Hukum Hess
∆H = ΣΔH̊f produk - ΣΔH̊f reaktan
Pada hukum Hess perubahan entalpi reaksi hanya bergantung pada awal & akhir reaksi.
Untuk Memperjelas bisa dilihat perincian berikut:
ΔH2 = ΔH1 + ΔH3





Komentar
Posting Komentar