Kupu-kupu Ungu

Aku bertanya-tanya pada langit mengapa warna abu-abu memenuhi cakrawala itu?
Aku penasaran dengan cermin yang memperlihatkan gading malang yang lagi terukir sabit di wajahnya
Aku terteguh menyadari tubuh kecil ini yang tak lagi meliuk-liuk di saar ketukan-ketukan terdengar oleh setiap telinga.

Kupu-kupu ungu yang indah itu, kemana perginya?
Gagak-gagak bermunculan, seraya senyum penuh dengan kemenangan
Musim-musim, pencakar langit, cuaca, bangunan, ekspresi, wajah...semuanya
Menghilang... Mengundang bulir-bulir menyusuri pipinya.

Mungkinkah kenangan-kenangan pahit itu juga akan hilang?
Mungkin hal-hal jahat itu akan menyapu bersih ingatannya?
Agar sabit itu kembali terukir diwajahku, dan saat itu juga kelopak mata ini ingin tertutup dan melihat apapun.
Telapak kaki pun ingin berhenti melangkah, agar dapat beristirahat dengan tenang...

Tetapi beberapa ingatan berwarna merah muda terus meragukan hatiku... Tak ingin kehilangan semua itu
Hanya beberapa ingatan buruk yang tersapu habis...
Tapi tentu saja tak bisa...
Bagaimanapun,  berishtirahat dengan tenang mungkin dapat menjadi pilihan terbaik



Karya sahabat, yang bersama aku serasa memiliki dunia di alam dongeng bersamanya.
Cukup tutup matamu. Tarik nafasmu dan rasakan~
Aku butuh itu sekarang
Ke tempat dimana tidak ada neraca massa dan tangki, bahkan angka
dia sekarang hilang seperti perempuan itu, yang pernah memotivasinya. Tapi tidak mati, Tapi mati.

Cy, 27 Feb 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Christopher

Menjadi 20

Surat untuk para sahabat