Kadang,

Bukan kadang sih, ini udah sering sekali rasanya. Aku rasanya pengen cerita banyak sekali hal. Banyak banyak banyak. Cerita ke orang yang aku bisa percaya dan aku ga malu sedikitpun. Cerita ke orang yang bisa aku anggap rumah selain orang tuuaku karena jujur ke mereka pun akuu tidak sebebas itu cerita. Banyak doa yang Tuhan pasti udah sering sekali dengar, tapi aku tidak tau apakah itu sedang diproses untuk ada, atau sedang ada di depan mata. Aku ngetik ini sambil lemas. Tidak ada energi untuk mencari. Terlalu takut untuk memulai lagi. Dunia penuh ketidakpastian. Yang bisa dilakukan hanyalah  menunggu. Menunggu hal yang jujur, ini sangat tidak pasti. Hal yang kalau seharusnya mau di lanjut, banyak plan B yang harusnya diatur. Tapi di tasku hanyalah 1 rencana. Terlalu lelah dan tidak ada semangat untuk mencari Plan B di bumii penuh kegelapan di sana. Aku penuh dengan rasa takut, penuhh dengan rasa ketidakpercayaan. Tapi, dia juga pasti merasakan hal yang sama. bahkan keraguannya pasti lebih besar.

Hal paling positif yang paling bisa dilakukan sekarang adalah berdoa. Berdoa supaya dia selalu dekat, selalu mendukung, menyemangati dan siap sedia dikala dibutuh. Dan jika pada akhirnya dia harus berada jauh disana, kembali lagi, hal positif yang bisa ku lakukan adalah membuat saling memberi kepercayaan.

Mungkin, hemm komitmen?

Ternyata itu adalah opsi plan B ku sekarang. oke akan ku coba. Tapi besar harapan yang terjadi hanyalah rencana awal. Rencana awal yang tak pernah ku duga dan  yang ku percaya hingga detik ini adalah jawaban dari apa yang setiap malam ku doakan.

Semangat Clara

Bryllian, Sby 7/7/2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Christopher

Menjadi 20

Surat untuk para sahabat